Surabaya, 25 September 2017

Pengembangan Pesawat KFX/IFX, PT DI Kunjungi Infoglobal

Marketing Infoglobal
Husein Ahmad Alatas (dua dari kanan) beserta staf PT DI bersama dengan Kolonel Tek. Dedi Laksmono (Ditjen Pothan Kemhan) meninjau produk-produk avionik buatan Infoglobal di Workshop Infoglobal, Jl. Raya Dinoyo 105, Surabaya (25/09). (photo by:LFT)

Pada hari Senin, 25 September 2017, Husein Ahmad Alatas, Senior Engineer PT. Dirgantara Indonesia (PT DI) beserta stafnya, mengunjungi Workshop Infoglobal, Jl. Raya Dinoyo 105, Surabaya. Acara ini juga dihadiri oleh Kolonel Tek. Dedi Laksmono selaku pejabat Ditjen Pothan Kemhan.

Kunjungan kerja ini untuk mempresentasikan program KFX/IFX kepada Infoglobal. Bilqis Fitria Salsabiela, International Collaboration KFX/IFX, mengatakan bahwa program KFX/IFX merupakan program pemerintah Indonesia bekerja sama dengan Korea Aerospace Industries (KAI) untuk mengembangkan dan membuat pesawat tempur KFX/IFX. Dengan program ini, diharapkan Indonesia mendapatkan transfer teknologi dalam pembuatan pesawat tempur. Sehingga Indonesia dapat memproduksi pesawat tempur sendiri pada tahun 2026. Saat ini program KFX/IFX memasuki tahun kedua dalam tahap Engineering Manufacturing Development (EMD).

Kunjungan ini juga merupakan peninjauan kompetensi dan kesiapan Infoglobal dalam pengembangan pesawat tempur KFX/IFX. Dengan mengunjungi Infoglobal, PT DI sebagai Indonesian Industrial Participant (IIP) yang ditunjuk oleh pemerintah melalui Balitbang Kemhan mendapatkan gambaran sektor-sektor potensial serta meninjau kesiapan nasional untuk membuat pesawat tempur.

Infoglobal merupakan salah satu industri pertahanan yang mampu mengembangkan dan membuat peralatan avionic pesawat tempur. Ahmad Fauzi, Marketing Representative Infoglobal memaparkan sejumlah avionik yang telah dikembangkan dan dibuat Infoglobal. Avionik-avionik tersebut di antaranya Miniature Standard Central Air Data Computer (MSCADC) yang dapat digunakan di pesawat F-5, Digital Video Recorder (DVR) yang telah dipasang di pesawat tempur F-5, F-16, Hawk 100 dan Hawk 200. Multi Purpose Cockpit Display (MPCD) dan Inertial Navigation System/Global Navigation Satellite System (INS/GNSS) yang dapat digunakan di pesawat Hawk 100/200. Rear Cockpit Monitor (RCM) yang digunakan di pesawat Hawk 100. Serta Weapon Control Board (WCB), Weapon Programming Instrument (WPI) dan Radar Monitor Unit (RMU) yang dapat digunakan di pesawat Hawk 200.

Infoglobal juga mengembangkan mission system yang digunakan di pesawat patroli maritim (MPA). Mission system ini dinamakan Tactical Patrol Mission.

Tidak hanya avionic saja, Ahmad Fauzi juga menjelaskan bahwa Infoglobal juga membuat aplikasi pertahanan, yaitu Soyus Wargaming System yang digunakan oleh Seskoau untuk melatih strategi dan rencana operasi militer.

Di samping itu, Infoglobal juga memiliki kompetensi dalam radar data processing dengan mengembangkan Transmission Data Air Situation (TDAS). TDAS merupakan sistem monitoring lalu lintas pesawat udara yang mengintegrasikan radar sipil dan militer dan telah digunakan oleh Kohanudnas untuk mengamankan kedaulatan udara Republik Indonesia.

Kolonel Tek. Dedi Laksmono mengatakan bahwa dengan peninjauan ini diharapkan pengembangan dan pembuatan pesawat KFX/IFX nantinya dapat mengimplementasikan persyaratan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) yang harus mencapai minimal 40%. Hal tersebut dapat dilakukan dengan cara melibatkan para pelaku industri pertahanan dalam negeri, salah satunya Infoglobal. (lft)