
Jakarta, 18 Februari 2026 — Penguatan sistem komando dan kendali pertahanan udara nasional terus menjadi fokus strategis dalam menjaga kedaulatan ruang udara Indonesia. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui pemanfaatan Transmission Data Air Situation (TDAS), sistem yang memungkinkan integrasi data radar dengan satuan penembak secara real-time dalam satu kesatuan sistem pertahanan udara terpadu.
Pemanfaatan TDAS baru-baru ini ditinjau langsung oleh Panglima Komando Pertahanan Udara Nasional (Pangkohanudnas), Marsekal Madya Andyawan Martono Putra, pada Kamis (12/2) di Markas Resimen Artileri Pertahanan Udara (Arhanud) 1/Falatehan dan Batalion Artileri Pertahanan Udara (Yonarhanud) 10/Agni Bhuana Cakti, Jakarta Selatan. Peninjauan tersebut dilakukan dalam rangka penguatan sistem komando dan kendali guna mendukung penyelenggaraan pertahanan dan keamanan terpadu atas ruang udara nasional, termasuk untuk memastikan keandalan distribusi data sasaran udara, kecepatan respons, serta kesinambungan informasi dalam rantai komando dan kendali pertahanan udara, sebagaimana diberitakan indonesiadefense.com.
Sebagai bagian dari industri pertahanan nasional, Infoglobal turut berkontribusi dalam pengembangan solusi teknologi yang mendukung implementasi dan penguatan sistem TDAS. Kontribusi tersebut mencakup pengembangan dan integrasi sistem yang dirancang untuk meningkatkan interoperabilitas antar unsur pertahanan udara, khususnya dalam pengolahan dan distribusi data taktis.
“Integrasi data yang andal dan real-time merupakan elemen krusial dalam sistem pertahanan udara modern. Melalui kontribusi teknologi yang kami kembangkan, Infoglobal berkomitmen mendukung kesiapan operasional dan efektivitas sistem pertahanan udara nasional,” ujar J. Adi Sasongko, CEO PT Infoglobal Teknologi Semesta.
TDAS berperan sebagai penghubung data taktis antara radar pusat dan satuan penembak, sehingga setiap unsur pertahanan udara dapat beroperasi secara terkoordinasi dalam satu sistem terpadu. Keberhasilan simulasi integrasi sistem pertahanan udara yang melibatkan TDAS menunjukkan kesiapan teknologi serta pentingnya kolaborasi antara TNI dan industri dalam negeri.
Ke depan, Infoglobal akan terus memperkuat perannya sebagai mitra teknologi strategis dengan menghadirkan solusi yang adaptif, andal, dan selaras dengan kebutuhan pertahanan nasional, sejalan dengan upaya mewujudkan kemandirian industri pertahanan Indonesia.
Kategori
Postingan Terbaru














