Infoglobal
Tentang KamiMengenal Lebih Dekat Perusahaan Kami
Hal yang Kami LakukanKetahui lebih jauh tentang kompetensi kami
SejarahSejarah Perkembangan Infoglobal dari masa ke masa
avionics-icon
Avionics
Hawk 100/200
CIU (Camera Interface Unit)VMU (Video Multiplexer Unit)CHM (Camera Head Module)DVR (Digital Video Recorder)RCM (Rear Cockpit Monitor)RMU (Radar Monitor Unit)MPCD (Multi Purpose Cockpit Display)
F5 E/F Tiger
MSCADC (Miniature Standard Central Air Data Computer)DVR (Digital Video Recorder)MCDE (Mission Computer Data Entry)
Hercules C 130
FMD-A13 (Flight Management Display)EFD-5.5 (Electronic Flight Display 5.5)
Boeing 737-200
DDSC (Digital Data to Synchro Converter)EFD-6.0 (Electronic Flight Display 6.0)
KT-1B Wong Bee
DEI (Digital Engine Indicator)FND (Flight Navigation Display)
Super Tucano
CIMD (Color Integrated Multi-Function Display)
Sikorsky S-300C
FRT (Flight Recorder and Tracking)
Grob
EDD (ENGINE DATA DISPLAY)
C-295
IESD (Integrated Electronics Standby Display)
radar-icon
Radar Data Processing
ele-menu-tdas

TDAS

ele-menu-imss

IMMS

thumbnail-camd

CAMD

mission-icon
Mission System
ele-menu-tms

Tactical Mission System

software-icon
Software
Avesina

AVESINA

MOCO

MOCO

SIMPERS

SIMPERS

SOYUS

SOYUS

ILSMS

ILSMS

mission-icon
Other
HHPS

HALO HAHO PARACHUTE SIMULATOR

GFAC

GFAC Simulator

ele-menu-mtdas

Mobile TDAS

Berita & Siaran Pers
Foto & Video
logo-infoglobal

Infoglobal memiliki komitmen untuk terus berinovasi mengambangkan produk-produk yang dapat mendukung kemandirian bangsa dalam bidang pertahanan, keamanan dan teknologi strategis lainnnya.

Tautan Cepat

  • Tentang Kami
  • Karir
  • Berita & Siaran Pers

Kontak Kami

Jl. Sriwijaya 36
Surabaya, 60265
Indonesia

Phone: +62 31 5661803
Email: marketing@infoglobal.co.id

Sertifikasi

ISO
Copyright © 2025 Infoglobal. All Rights Reserved
  1. Home
  2. /
  3. Berita & Siaran Pers
  4. /
  5. Tekan Impor, 2 Perusahaan Kolaborasi Riset Otak Drone Buatan Lokal
Tekan Impor, 2 Perusahaan Kolaborasi Riset Otak Drone Buatan Lokal
Tekan Impor, 2 Perusahaan Kolaborasi Riset Otak Drone Buatan Lokal
NewsSelasa, 4 November 2025

Jakarta, IDN Times - Dua perusahaan teknologi nasional, Frogs Indonesia dan PT Infoglobal Teknologi Semesta resmi menjalin kerja sama strategis dalam pengembangan Flight Control System (FCS) lokal untuk Kendaraan Udara Nirawak (UAV).Langkah ini menandai komitmen kuat kedua perusahaan dalam mendorong kemandirian teknologi drone di Indonesia."Frogs Indonesia dan Infoglobal Teknologi Semesta sepakat untuk berkolaborasi dalam riset, pengembangan, serta pengujian FCS yang andal dan sesuai dengan kebutuhan operasional drone di berbagai sektor, mulai dari pertanian, pemetaan, hingga pertahanan," kata Chief Executive Officer (CEO) Frogs Indonesia, Adhitya Chandra, dikutip Selasa (4/11/2025).

1. FCS adalah otak dari sebuah drone

Untuk diketahui, FCS merupakan otak dari sebuah drone dan mempunyai peran dalam mengendalikan penerbangan, mengeksekusi perintah pilot, serta menjalankan navigasi dan misi."Oleh karena itu, kemampuan memproduksi FCS sendiri menjadi fondasi penting bagi kemandirian industri UAV nasional," ujar Adhitya.

2. Pengembangan FCS jadi tantangan besar industri drone RI

Adapun hingga saat ini pengembangan FCS masih menjadi tantangan besar bagi industri drone tanah air.Kebutuhan drone yang terus meningkat belum diimbangi dengan ketersediaan sistem kendali penerbangan buatan dalam negeri. Sebagian besar drone yang digunakan di Indonesia masih bergantung pada produk impor."Dengan terjalinnya kerja sama ini, Frogs Indonesia dan PT Infoglobal Teknologi Semesta berharap dapat membuka jalan bagi lahirnya lebih banyak inovasi teknologi nasional dan memperkuat posisi Indonesia di industri drone global," kata CEO Infoglobal Teknologi Semesta, J Adi Sasongko.

3. Kemenhub terus godok regulasi soal drone

Sebelumnya diberitakan, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memastikan sangat siap menghadapi teknologi drone. Namun, sama dengan negara lain di dunia yang belum punya aturan tetap terkait drone, Indonesia juga terus menggodok regulasi tersebut sampai sekarang. Hal itu lantaran drone merupakan teknologi baru dan mengalami perkembangan teknologi yang begitu cepat setiap waktu."Regulasi itu akan berproses, peraturan itu akan berproses. Semakin data yang masuk, pengalaman mengoperasikan akan masuk, maka semakin matang, semakin mature dalam proses regulasinya. Sama seperti pesawat baru diciptakan tahun 1904, itu juga regulasinya sangat minim, sampai hari ini kita juga punya regulasi yang sangat-sangat kompleks," ujar Direktur Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara Ditjen Perhubungan Udara Kemenhub, Sokhib Al Rohman."Sama seperti drone, kami di Indonesia sudah menyiapkan regulasi terkait dengan remote pilotnya. Kemudian masalah registrasi kami juga sudah siap dan terkait dengan organisasi yang mengoperasikan kami siap," sambung dia.Kemenhub juga berencana drone komersial atau Advanced Air Mobility (AAM) bisa beroperasi di Indonesia pada akhir 2026. Adapun kini Kemenhub masih menyiapkan reguasi dan infrastruktur pendukung guna menunjang pengoperasian teknologi baru dalam transportasi udara tersebut."Kami sudah on track dalam menyusun dan menyambut teknologi ini. Menteri Perhubungan juga sangat concern agar AAM dapat segera diterapkan. Harapannya, pada Desember 2026 sudah ada satu yang beroperasi secara komersial," kata Sokhib.

 

Sumber: https://www.idntimes.com/business/economy/tekan-impor-2-perusahaan-kolaborasi-riset-otak-drone-buatan-lokal-00-brqf5-rdg13y

1078 ViewsInfoglobal, Frogs Indonesia, Drone

Kategori

  • News (36)
  • Press Release (88)

Postingan Terbaru

audit AS9100D
Infoglobal Laksanakan Audit AS9100D, Tegaskan Komitmen terhadap Standar Mutu InternasionalSenin, 2 Maret 2026
Pangkohanudnas Marsdya Andyawan Martono meninjau cara kerja TDAS. (Foto: Dok. Puspen TNI)
Industri Pertahanan Nasional Perkuat Integrasi Sistem Pertahanan Udara Melalui TDASRabu, 18 Februari 2026
kunjungan seskoau
Sesko AU Kunjungi Infoglobal, Dalami Pengembangan Iptek Industri PertahananJumat, 13 Februari 2026